DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang............................................................................................... 1
1.2.Tujuan............................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian....................................................................................................... 3
2.2 Psikologis Kehamilan..................................................................................... 3
2.3 Macam-macam gangguan psikologis kehamilan............................................. 4
2.4 Cara mengatasi masalah-masalah psikologis kehamilan................................. 5
2.5 Permasalahan psikologis yang memerlukan penanganan khusus.................... 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan................................................................................................... 10
3.2 Saran............................................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang
Kehamilan merupakan
transisi, yakni suatu masa antara kehidupan sebelum memiliki anak yang sekarang
berada dalam kandungan dan kehidupan nanti setelah anak tersebut lahir.
Perubahan status yang radikal ini dipertimbangkan sebagai suatu krisis disertai
periode tertentu untuk menjalani proses persiapan psikologis yang secara normal
sudah ada selama kehamilan dan mengalami puncaknya pada saat bayi lahir.
Secara umum, semua emosi
yang dirasakan oleh wanita hamil cukup labil, Ia dapat memiliki reaksi yang
ekstrem dan suasana hatinya kerap berubah dengan cepat. Reaksi emosional dan
persepsi mengenai kehidupan juga dapat mengalami perubahan. Ia menjadi sangat
sensitif dan cenderung akan bereaksi berlebihan.Wanita hamil memiliki kondisi
sangat rapuh. Mereka sangat takut akan kematian baik pada dirinya sendiri
maupun pada bayinya.Mereka cemas akan hal hal yang tidak dipahami karena mereka
merasa tidak dapat mengendalikan tubuhnya dan kehidupan yang mereka jalani
sedang berada dalam suatu proses yang tidak dapat berubah kembali. Hal ini
membuat sebagian besar wanita menjadi tergantung dan beberapa lainnya menjadi
lebih menuntut.
1.2
Tujuan
Tujuanpembuatanmakalahgangguanpsikologipadamasakehamilanyaitu
agar kitadapatmengetahuidanmempelajaridenganseksamamengenaigangguan-gangguanpsikologipadaibuhamilsehinggakitamemahamidanmengenalapa
yang dirasakan, dibutuhkandandiinginkanolehwanitahamil.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PengertianPsikologi
Psikologi berasal dari bahasa Yunani
Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata. Dalam arti bebas psikologi adalah ilmu
yang mempelajari tentang jiwa atau mental. Psikologi tidak mempelajati jiwa
atau mental secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi
membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental yang berupa
tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga psikologi dapat
didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari ilmu tingkah laku dan
proses mental.
Masareproduksimerupakanmasa
yang terpentingbagiwanitadanberlangsungkira-kira 33 tahun.Haidpadamasaini
paling teraturdansikluspadaalat genital
bermaknauntukmemungkinkankehamilan.Padamasainiterjadiovulasikuranglebih 450
kali, danselamainiwanitaberdarahselama 1800 hari.Biarpunpadaumur 40
tahunkeatasperempuanmasihdapatterjadikehamilan,
fertilitasmenuruncepatsesudahumurtersebut.( IlmuKandungan, 2008 )
Kehamilanmerupakan
episode dramatis terhadapkondisibiologis,
perubahanpsikologisdanadaptasidariseorangwanita yang
pernahmengalaminya.Sebagianbesarsemuawanitamenganggapbahwakehamilanadalahperistiwakodrati
yang harusdilaluitetapisebagianwanitamenganggapsebagaiperistiwakhusus yang
sangatmenentukankehidupan yang selanjutnya.Perubahanfisikdanemosional yang
kompleks, memerlukanadaptasiterhadappenyesuaianpolahidupdengan proses kehamilan
yang terjadi. Konflikantarakeinginan, kebanggaan yang
ditumbuhkandarinorma-normasosialkulturaldanpersoalandalamkehamilanitusendiridapatmerupakanpencetusberbagaireaksipsikologis,
mulaidarireaksiemosionalringanhinggaketingkatgangguanjiwa yang berat.
2.2Psikologis Kehamilan
Ø
Perubahan dan Proses Psikologis Selama Kehamilan
Permasalahan
psikologis selama masa kehamilan dan persalinan adalah suatu kondisi dimana
terjadi peningkatan atau pengurangan emosi, kepribadian, motivasi dan konsep
diri yang terjadi selama masa kehamilan dan persalinan
Peristiwa dan proses psikologis dapat
diidentifikasi sebagai berikut:
a.
Trimester Pertama
Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian.
Penyesuaian yang dilakukan wanita adalah terhadap kenyataan bahwa ia sedang
mengandung. Penerimaan terhadap kenyataan ini dan arti semua ini bagi dirinya
merupakan tugas psikologis yang paling penting pada trimester pertama
kehamilan.
b.
Trimester Kedua
Pada trimester ini pula ibu dapat merasakan gerakan
bayinya. Banyak ibu yang merasa terlepas dari kecemasan dan rasa tidak nyaman
seperti yang dirasakan pada trimester pertama. Pada trimester kedua relatif
lebih bebas dari ketidaknyamanan fisik, ukuran perut belum menjadi suatu
masalah, lubrikasi vagina lebih banyak dan hal yang menyebabkan kebingungan
sudah surut, dia telah berganti dari mencari perhatian ibunya menjadi mencari
perhatian pasangannya, semua faktor ini berperan dalam meningkatnya libido dan
kepuasan seks.
c.
Trimester Ketiga
Seorang ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit
dan bahaya yang akan timbul pada waktu melahirkan dan merasa khawatir akan
keselamatannya. Rasa tidak nyaman timbul kembali pada trimester ketiga dan banyak
ibu yang merasa dirinya aneh, berantakan, canggung dan jelek sehingga
memerlukan perhatian lebih besar dari pasangannya, disamping itu ibu mulai
sedih karena akan terpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang
diterima selama hamil, terdapat perasaan mudah terluka (sensitif).
2.3 Macam-macam gangguan psikologis pada masa kehamilan, yaitu :
Ø
Gangguan obsesif atau kompulsi
Gangguan ini ditandai oleh dorongan
dan obsesi berulang yang cukup berat dan menyebabkan tekanan emosi yang nyata.
Obsesi adalah ide yang menetap, pikiran atau impuls yang tidak masuk akal,
misalnya keinginan. Kompulsi adalah tingkah laku yang berulang-ulang yang
dilakukan sebagai respon atas obsesi. Tingkah laku kompulsif dan pikiran
obsesif menyebabkan tekanan mental yang nyata pada wanita hamil.
Ø
Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar atau gangguan manic
ditandai oleh periode euphoria, atau iritabel yang jelas, hiperaktifitas,
insomnia, banyak bicara, tidak bias memusatkan perhatian dan harga diri yang
berlebihan. Baik gangguan depresi maupun episode manic bias disertai gambaran
psikotik, misalnya ; halusinasi auditorik maupun ide-ide delusi, 15-25%
diantara wanita pernah mengalami depresi selama hidupnya. Insidens gangguan
bipolar atau gangguan manic ±0,5-1,5%. Insidens depresi mayor dan gangguan
manic cenderung meningkat pada periode pascapersalinan.
Ada dua gejala yaitu :
1.
Gejalagangguandepresilain
a.
Wajah murung.
b. Cengeng.
c.
Gelisah dan iritabilitas meningkat.
d.
Sulit konsentrasi.
e.
Ragu-ragu.
f.
Sering lupa.
g.
Timbul ide kematian dan bunuh diri biasa ditemukan pada depresi mayor.
2.
Gejala umum mania
a.
Ketidakstabilan mood dengan adanya peralihan mood yang cepat dari kemarahan dan
depresi.
b.
Carabicara mania sangatcepat, keras dan sulitdipotong.
Ø Skizofrenia
Merupakangangguanpikiran,
persepsiseperti :halusinasipendengaran, wahamkesabaran,
asosiasilonggardanbicarakacau. Selamafaseakut,
kehamilandanskizofreniaseringmengalamieksaserbasigejalapsikotik,
wahamcenderunganehdanadahubunganyadenganperubahanfisikdanpergerakanjaninpadakehamilan.Halusinasipendengaranmempengaruhilangsungsuaramengintruksikanmemukulperutsupayajaninkeluar.Wanitahamildenganadanyapsikotikmenolakkehamilannyasampaimelahirkan.
Ø GangguanKepribadian
Gangguankepribadianadalahhasildaripengggunaanmekanismepertahanan
yang tidakcukup, stereotipidan mal adaptasi yang kronis.
2.4 Cara Mengatasi Masalah-Masalah Psikologis Ibu pada saat
Kehamilan
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi
masalah-masalah psikologis ibu pada saat kehamilan, yaitu:
a. Bersikap terbuka dengan pasangan
b. Konsultasi dengan bidan atau tenaga
kesehatan yang lain.
1) Menjelaskan bahwa apa yang dirasakan
ibu adalah sesuatu yang normal.
2) Mengungkapkan bahwa setiap pengalaman kehamilan
adalah unik.
3) Menjelaskan tentang kebutuhan nutrisi,
petumbuhan bayi, tanda-tanda kelahiran dan tanda-tanda bahaya kehamilan.
4) Mendiskusikan tentang ketidaknyamanan
yang dialami oleh ibu dan cara mengatasinya.
5) Mendiskusikan tentang rencana
persalinan
c. Curahkan isi hati kepada pasangan atau
sahabat.
d. Usahakan lebih banyak istirahat
e. Jangan ragu untuk meminta bantuan
kepada suami, teman, ataupun keluarga.
f. Luangkan waktu, untuk diri sendiri,
manjakan diri dengan relaksasi, pijat atau apapun yang dapat menghibur diri
g. Menciptakan suasana yang nyaman dan
tenteram bagi ibu.
h. Melakukan antisipasi sejak awal bagi
diri sendiri. Contohnya, ibu perlu mensyukuri kehamilan tersebut sebagai
anugerah yang Tuhan berikan.
2.3 Permasalahan Psikologis Yang Memerlukan
Penanganan Khusus
Adapun beberapa gejala yang dapat terjadi pada ibu
beserta penanganannya, yaitu:
a. Pseudosyesis
Wanita tidak hamil yang percaya bahwa dirinya hamil, diikuti dengan
munculnya gejala dan tanda (dugaan) kehamilan
Lakukan anamnese terarah yang akurat (termasuk latar belakang
psikis), pemeriksaan fisik (khoasma/hiperpegmentasi, pelunakan dan keunguan
pada serviks, pembesaran uterus) dan pemeriksaan tambahan (USG dan uji
kehamilan)
Lakukan konseling bahwa kehamilan harus dipastikan (perdarahan
lucut dengan kombinasi estrogen-progesteron), akan dilakukan upaya pemeriksaan
dan pengobatan untuk kehamilan dan dukungan psikososial
b. Reaksi cemas
Gangguan ini ditandai dengan rasa cemas dan ketakutan yang
berlebihan
Kecemasan baru terlihat apabila wanita tersebut mengungkapkannya
karena gejala klinik yang ada, sangat tidak spesifik (twitching, tremor,
berdebar-debar, kaku otot , gelisah, dan mudah lelah, insomnia)
Timbul gejala-gejala somatik akibat hiperaktifitas otonom
(palpitasi, sesak nafas, rasa dingin di telapak tangan, berkeringat, pusing,
rasa terganjal pada leher)
Tenangkan dengan psikoterapi. Walau kadang kadang upaya ini kurang
memberi hasil tetapi prosedur ini sebaiknya paling pertama dilakukan
Bila pasien tidak mampu untuk melakukan kegiatan sehari-hari atau
kekurangan asupan kalori /gizi maka harus dilakukan rawat inap di rumah sakit.
c. Reaksi panik
Ditandai dengan rasa takut dan gelisah yang hebat, terjadi dalam
periode yang relatif singkat dan tanpa sebab-sebab yang jelas.
Pasien mengeluhkan nafas sesak atau rasa tercekik, telinga
berdenging, jantung berdebar, mata kabur, rasa melayang, takut mati, atau
merasa tidak tertolong lagi.
Pemeriksaan fisik menunjukan pasien gelisah dan ketakutan, muka
pucat, pandangan liar, pernafasan pendek, dan cepat dan takhikardi.
Karena reaksi panik hanya berlangsung dalam waktu yang relatif
singkat, cukup diberikan dosis tunggal diazepam 5 mg IV.
d. Reaksi obsesif-kompulsif
Gambaran spesifik dari gangguan ini adalah selalu timbulnya
perasaan, rangsangan, atau pikiran untuk melakukan sesuatu, tanpa objek yang
jelas, diikuti dengan perbuatan yang dilakukan secara berulang kali.
Pengulangan perbuatan tersebut dapat mencelakai dirinya, bayi yang
dikandung atau orang lain.
Adanya potensi gawat darurat pada wanita hamil dengan reaksi
obsesif-kompulsif menjadi alasan untuk dirawat dirumah sakit atau dalam
pengawasan tim medis yang memadai. Psikoterapi cukup membantu untuk
mengembalikan wanita ini pada status emosional yang normal.
Pada kasus yang berat diberikan diazepam 5 mg IV dan observasi
ketat
e. Depresi berat
Depresi pada wanita hamil, ditandai oleh perasaan sedih, tidak
bergairah, menyendiri penurunan berat badan, insomnia, kelemahan, rasa tidak
dihargai dan pada kasus yang berat, ada keinginan untuk melakukan bunuh diri.
Penelitian di RS Dr. Sutomo Surabaya (1999) menunjukan angka
kejadian depresi pasca persalinan (Postpartum Blues) sebesar 15,2% (persalinan
fisiologis) dan 46,2% (persalinan patologis).
Sulit untuk melakukan komunikasi karena mereka cenderung menarik
diri, tidak mampu berkomunikasi, kurang perhatian dan sulit untuk mengingat
sesuatu.
f. Reaksi mania
Reaksi mania ditandai dengan rasa gembira yang berlebihan (eforia),
mudah terangsang, hiperaktif, banyak bicara (logore), mengganggu dan rasa
percaya diri yang berlebihan.
Reaksi mania dalam kehamilan merupakan masalah yang cukup rumit
karena obat lithium karbonat, dapat menimbulkan berbagai akibat yang merugikan
pada janin (Ebstein’s abnormality, kelemahan tonus otot dan menurunnya
kemampuan menghisap pada bayi yang baru dilahirkan).
Pasien-pasien yang terkontrol pada saat hamil, cenderung mengalami
episode mania pada 7-14 hari saat pasca persalinan.
g. Skizofrenia
Skizofrenia ditandai dengan gangguan proses berpikir, persepsi dan
realita. Pada tingkat tertentu, dapat dijumpai halusinasi, waham kebesaran,
gangguan bicara dan hilangnya asosiasi dan realita dan lingkungan sekitarnya.
Obat untuk penderita skizofrenia diekskresi melalui ASI sehingga
tidak dianjurkan untuk menyusui bayinya. Bila psikofarmaka tidak dapat
digunakan, dapat digunakan terapi kejut listrik (ECT)
h. Rasa kehilangan
Rasa kehilangan merupakan adaptasi dari kemarahan, kekecewaan dan
kesedihan yang harus dihadapi dan diatasi.
Lakukan konseling dan minta pasangan tersebut untuk memutuskan apa
yang terbaik bagi yang mereka (menyimpan hasil konsepsi, menyaksikan cacat yang
terjadi, mendekap janin yang telah dilahirkan, meminta otopsi ) agar proses
adaptasi terhadap berjalan baik.
Beri kesempatan (paling tidak 6 bulan) untuk resolusi, sebelum
memulai kehamilan berikutnya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
:
Ada
berbagaimacamdepresi / gangguanpsikologi yang bias terjadipadamasakehamilan,
yaitu :
v Hamil yang tidakdiinginkan
v Hamildenganjaninmati
v Hamil dengan ketergantungan obat
v Hamil diluar nikah
v Pseudisiesis
v Keguguran
v kemandulan
Adapun faktor yang mengakibatkan
gangguan psikologi pada masa kehamilan antara lain sebagai berikut :
v Sudah punya anak banyak
v Khawatir berubah penampilan
v Kemampuan finansial dirasa tidak memadai
v Keluhan sulit tidur
Cara mengatasi gangguan psikologi
pada masa kehamilan :
v Mengurangi stress
v Mengkomunikasikan perasaan terhadap pasangan
v Memberikan support dari pihak keluarga
v Periksakan kehamilan secara teratur
v Makan sehat
v Jaga penampilan
v Mengurangi kegiatan
v Mendengarkan music
v Melakukan senam hamil
v Latihan pernapasan
Saran :
1.
Mencari informasi seputar kehamilan,
perubahan yang terjadi dalam diri ibu dan hal-hal yang perlu dihindari agar
janin tumbuh sehat.
2.
Bicarakanlah perubahan
selamakehamilan dengan suami maupun keluarga, sehingga mengetahui dan di
harapkan bias berempati dan mampu member dukungan psikologis yang di butuhkan.
3.
Periksa hamilan secara teratur
4.
Perhatikan penampilan fisik dengan
menjaga kebersihan, melakukan latihan fisik ringan.
5.
Upayakan dengan berbagai cara agar
terhindar dari stress
6.
Lakukan latihan relaksasi dan
latihan pernapasan secara teratur.
Ibu hamil bias
mencari informasi seputar kehamilannya dari majalah-majalah, buku tentang
kehamilan. Tujuannya untuk mengetahui perubahan-perubahan pada ibu hamil,
tentang asupan gizi ibu hamil, senam hamil, pemeriksaan kehamilan secara
teratur, agar janin tumbuh sehat.
DAFTAR PUSTAKA
Jayalangkara.
2005. GangguanJiwaPadaKehamilan.
J Med Nus Vol. 26. No. 4 Oktober-Desember. Bagian Ilmu
Kedokteran Jiwa.
Regina,
Pudjibudojo, J. K danMalinton, P. K. 2001. HubunganAntaraDepresiPospartumSeksualPadaIbuPrimipara.Anima
Indonesia Psychological Journal.Vol. 16.No. 3.300-314.
Varney H, dkk. (2006). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4 Volume 1.
Jakarta: EGC. Halaman 501-04.
Wulandari, Diah (2009). Komunikasi dan Konseling dalam Praktik
Kebidanan. Jogjakarta: Mitra Cendikia Offiset. Halaman 86-95.
Priyanto A,. (2009). Komunikasi dan Konseling Aplikasi dalam
Sarana Pelayanan Kesehatan untuk Perawat dan Bidan. Jakarta: Salemba
Medika. Halaman 49, 73-4
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga
kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya
yang berjudul “ Cara Mengatasi Gangguan Psikologis Pada Kehamilan”
Kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak
yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.
Amin.
Penyusun
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar