Kamis, 16 Januari 2014

Gangguan psikologis pada masa kehamilan



DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang............................................................................................... 1
1.2.Tujuan............................................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian....................................................................................................... 3
2.2 Psikologis Kehamilan..................................................................................... 3
2.3 Macam-macam gangguan psikologis kehamilan............................................. 4
2.4 Cara mengatasi masalah-masalah psikologis kehamilan................................. 5
2.5 Permasalahan psikologis yang memerlukan penanganan khusus.................... 6

BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan................................................................................................... 10
3.2  Saran............................................................................................................. 10







BAB I
PENDAHULUAN

1.1    LatarBelakang
Kehamilan merupakan transisi, yakni suatu masa antara kehidupan sebelum memiliki anak yang sekarang berada dalam kandungan dan kehidupan nanti setelah anak tersebut lahir. Perubahan status yang radikal ini dipertimbangkan sebagai suatu krisis disertai periode tertentu untuk menjalani proses persiapan psikologis yang secara normal sudah ada selama kehamilan dan mengalami puncaknya pada saat bayi lahir.
Secara umum, semua emosi yang dirasakan oleh wanita hamil cukup labil, Ia dapat memiliki reaksi yang ekstrem dan suasana hatinya kerap berubah dengan cepat. Reaksi emosional dan persepsi mengenai kehidupan juga dapat mengalami perubahan. Ia menjadi sangat sensitif dan cenderung akan bereaksi berlebihan.Wanita hamil memiliki kondisi sangat rapuh. Mereka sangat takut akan kematian baik pada dirinya sendiri maupun pada bayinya.Mereka cemas akan hal hal yang tidak dipahami karena mereka merasa tidak dapat mengendalikan tubuhnya dan kehidupan yang mereka jalani sedang berada dalam suatu proses yang tidak dapat berubah kembali. Hal ini membuat sebagian besar wanita menjadi tergantung dan beberapa lainnya menjadi lebih menuntut.

1.2    Tujuan
Tujuanpembuatanmakalahgangguanpsikologipadamasakehamilanyaitu agar kitadapatmengetahuidanmempelajaridenganseksamamengenaigangguan-gangguanpsikologipadaibuhamilsehinggakitamemahamidanmengenalapa yang dirasakan, dibutuhkandandiinginkanolehwanitahamil.






BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PengertianPsikologi
Psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata. Dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa atau mental. Psikologi tidak mempelajati jiwa atau mental secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental yang berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari ilmu tingkah laku dan proses mental.
Masareproduksimerupakanmasa yang terpentingbagiwanitadanberlangsungkira-kira 33 tahun.Haidpadamasaini paling teraturdansikluspadaalat genital bermaknauntukmemungkinkankehamilan.Padamasainiterjadiovulasikuranglebih 450 kali, danselamainiwanitaberdarahselama 1800 hari.Biarpunpadaumur 40 tahunkeatasperempuanmasihdapatterjadikehamilan, fertilitasmenuruncepatsesudahumurtersebut.( IlmuKandungan, 2008 )
Kehamilanmerupakan episode dramatis terhadapkondisibiologis, perubahanpsikologisdanadaptasidariseorangwanita yang pernahmengalaminya.Sebagianbesarsemuawanitamenganggapbahwakehamilanadalahperistiwakodrati yang harusdilaluitetapisebagianwanitamenganggapsebagaiperistiwakhusus yang sangatmenentukankehidupan yang selanjutnya.Perubahanfisikdanemosional yang kompleks, memerlukanadaptasiterhadappenyesuaianpolahidupdengan proses kehamilan yang terjadi. Konflikantarakeinginan, kebanggaan yang ditumbuhkandarinorma-normasosialkulturaldanpersoalandalamkehamilanitusendiridapatmerupakanpencetusberbagaireaksipsikologis, mulaidarireaksiemosionalringanhinggaketingkatgangguanjiwa yang berat.





2.2Psikologis Kehamilan
Ø  Perubahan dan Proses Psikologis Selama Kehamilan
Permasalahan psikologis selama masa kehamilan dan persalinan adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan atau pengurangan emosi, kepribadian, motivasi dan konsep diri yang terjadi selama masa kehamilan dan persalinan
                                              
Peristiwa dan proses psikologis dapat diidentifikasi sebagai berikut:
a.        Trimester Pertama
Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian. Penyesuaian yang dilakukan wanita adalah terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Penerimaan terhadap kenyataan ini dan arti semua ini bagi dirinya merupakan tugas psikologis yang paling penting pada trimester pertama kehamilan.

b.        Trimester Kedua
Pada trimester ini pula ibu dapat merasakan gerakan bayinya. Banyak ibu yang merasa terlepas dari kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakan pada trimester pertama. Pada trimester kedua relatif lebih bebas dari ketidaknyamanan fisik, ukuran perut belum menjadi suatu masalah, lubrikasi vagina lebih banyak dan hal yang menyebabkan kebingungan sudah surut, dia telah berganti dari mencari perhatian ibunya menjadi mencari perhatian pasangannya, semua faktor ini berperan dalam meningkatnya libido dan kepuasan seks.

c.        Trimester Ketiga
Seorang ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya yang akan timbul pada waktu melahirkan dan merasa khawatir akan keselamatannya. Rasa tidak nyaman timbul kembali pada trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh, berantakan, canggung dan jelek sehingga memerlukan perhatian lebih besar dari pasangannya, disamping itu ibu mulai sedih karena akan terpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama hamil, terdapat perasaan mudah terluka (sensitif).

2.3  Macam-macam gangguan psikologis pada masa kehamilan, yaitu :
Ø  Gangguan obsesif atau kompulsi
Gangguan ini ditandai oleh dorongan dan obsesi berulang yang cukup berat dan menyebabkan tekanan emosi yang nyata. Obsesi adalah ide yang menetap, pikiran atau impuls yang tidak masuk akal, misalnya keinginan. Kompulsi adalah tingkah laku yang berulang-ulang yang dilakukan sebagai respon atas obsesi. Tingkah laku kompulsif dan pikiran obsesif menyebabkan tekanan mental yang nyata pada wanita hamil.

Ø  Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar atau gangguan manic ditandai oleh periode euphoria, atau iritabel yang jelas, hiperaktifitas, insomnia, banyak bicara, tidak bias memusatkan perhatian dan harga diri yang berlebihan. Baik gangguan depresi maupun episode manic bias disertai gambaran psikotik, misalnya ; halusinasi auditorik maupun ide-ide delusi, 15-25% diantara wanita pernah mengalami depresi selama hidupnya. Insidens gangguan bipolar atau gangguan manic ±0,5-1,5%. Insidens depresi mayor dan gangguan manic cenderung meningkat pada periode pascapersalinan.
Ada dua gejala yaitu :
1.      Gejalagangguandepresilain
a.       Wajah murung.
b.      Cengeng.              
c.       Gelisah dan iritabilitas meningkat.
d.      Sulit konsentrasi.
e.       Ragu-ragu.
f.       Sering lupa.
g.       Timbul ide kematian dan bunuh diri biasa ditemukan pada depresi mayor.

2.      Gejala umum mania
a.       Ketidakstabilan mood dengan adanya peralihan mood yang cepat dari kemarahan dan depresi.
b.      Carabicara mania sangatcepat, keras dan sulitdipotong.
Ø  Skizofrenia
Merupakangangguanpikiran, persepsiseperti :halusinasipendengaran, wahamkesabaran, asosiasilonggardanbicarakacau. Selamafaseakut, kehamilandanskizofreniaseringmengalamieksaserbasigejalapsikotik, wahamcenderunganehdanadahubunganyadenganperubahanfisikdanpergerakanjaninpadakehamilan.Halusinasipendengaranmempengaruhilangsungsuaramengintruksikanmemukulperutsupayajaninkeluar.Wanitahamildenganadanyapsikotikmenolakkehamilannyasampaimelahirkan.

Ø  GangguanKepribadian
Gangguankepribadianadalahhasildaripengggunaanmekanismepertahanan yang tidakcukup, stereotipidan mal adaptasi yang kronis.

2.4 Cara Mengatasi Masalah-Masalah Psikologis Ibu pada saat Kehamilan
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah psikologis ibu pada saat kehamilan, yaitu:
a.    Bersikap terbuka dengan pasangan
b.    Konsultasi dengan bidan atau tenaga kesehatan yang lain.
1)    Menjelaskan bahwa apa yang dirasakan ibu adalah sesuatu yang normal.
2)    Mengungkapkan bahwa setiap pengalaman kehamilan adalah unik.
3)    Menjelaskan tentang kebutuhan nutrisi, petumbuhan bayi, tanda-tanda kelahiran dan tanda-tanda bahaya kehamilan.
4)    Mendiskusikan tentang ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu dan cara mengatasinya.
5)    Mendiskusikan tentang rencana persalinan
c.    Curahkan isi hati kepada pasangan atau sahabat.
d.    Usahakan lebih banyak istirahat
e.    Jangan ragu untuk meminta bantuan kepada suami, teman, ataupun keluarga.
f.     Luangkan waktu, untuk diri sendiri, manjakan diri dengan relaksasi, pijat atau apapun yang dapat menghibur diri
g.    Menciptakan suasana yang nyaman dan tenteram bagi ibu.
h.    Melakukan antisipasi sejak awal bagi diri sendiri. Contohnya, ibu perlu mensyukuri kehamilan tersebut sebagai anugerah yang Tuhan berikan.

2.3  Permasalahan Psikologis Yang Memerlukan Penanganan Khusus
Adapun beberapa gejala yang dapat terjadi pada ibu beserta penanganannya, yaitu:
a.    Pseudosyesis
 Wanita tidak hamil yang percaya bahwa dirinya hamil, diikuti dengan munculnya gejala dan tanda (dugaan) kehamilan
  Lakukan anamnese terarah yang akurat (termasuk latar belakang psikis), pemeriksaan fisik (khoasma/hiperpegmentasi, pelunakan dan keunguan pada serviks, pembesaran uterus) dan pemeriksaan tambahan (USG dan uji kehamilan)
  Lakukan konseling bahwa kehamilan harus dipastikan (perdarahan lucut dengan kombinasi estrogen-progesteron), akan dilakukan upaya pemeriksaan dan pengobatan untuk kehamilan dan dukungan psikososial

b.    Reaksi cemas
  Gangguan ini ditandai dengan rasa cemas dan ketakutan yang berlebihan
  Kecemasan baru terlihat apabila wanita tersebut mengungkapkannya karena gejala klinik yang ada, sangat tidak spesifik (twitching, tremor, berdebar-debar, kaku otot , gelisah, dan mudah lelah, insomnia)
  Timbul gejala-gejala somatik akibat hiperaktifitas otonom (palpitasi, sesak nafas, rasa dingin di telapak tangan, berkeringat, pusing, rasa terganjal pada leher)
  Tenangkan dengan psikoterapi. Walau kadang kadang upaya ini kurang memberi hasil tetapi prosedur ini sebaiknya paling pertama dilakukan
  Bila pasien tidak mampu untuk melakukan kegiatan sehari-hari atau kekurangan asupan kalori /gizi maka harus dilakukan rawat inap di rumah sakit.

c.    Reaksi panik
  Ditandai dengan rasa takut dan gelisah yang hebat, terjadi dalam periode yang relatif singkat dan tanpa sebab-sebab yang jelas.
  Pasien mengeluhkan nafas sesak atau rasa tercekik, telinga berdenging, jantung berdebar, mata kabur, rasa melayang, takut mati, atau merasa tidak tertolong lagi.
  Pemeriksaan fisik menunjukan pasien gelisah dan ketakutan, muka pucat, pandangan liar, pernafasan pendek, dan cepat dan takhikardi.
  Karena reaksi panik hanya berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, cukup diberikan dosis tunggal diazepam 5 mg IV.
                                                 
d.    Reaksi obsesif-kompulsif
  Gambaran spesifik dari gangguan ini adalah selalu timbulnya perasaan, rangsangan, atau pikiran untuk melakukan sesuatu, tanpa objek yang jelas, diikuti dengan perbuatan yang dilakukan secara berulang kali.
  Pengulangan perbuatan tersebut dapat mencelakai dirinya, bayi yang dikandung atau orang lain.
  Adanya potensi gawat darurat pada wanita hamil dengan reaksi obsesif-kompulsif menjadi alasan untuk dirawat dirumah sakit atau dalam pengawasan tim medis yang memadai. Psikoterapi cukup membantu untuk mengembalikan wanita ini pada status emosional yang normal.
  Pada kasus yang berat diberikan diazepam 5 mg IV dan observasi ketat

e.    Depresi berat
  Depresi pada wanita hamil, ditandai oleh perasaan sedih, tidak bergairah, menyendiri penurunan berat badan, insomnia, kelemahan, rasa tidak dihargai dan pada kasus yang berat, ada keinginan untuk melakukan bunuh diri.
  Penelitian di RS Dr. Sutomo Surabaya (1999) menunjukan angka kejadian depresi pasca persalinan (Postpartum Blues) sebesar 15,2% (persalinan fisiologis) dan 46,2% (persalinan patologis).
  Sulit untuk melakukan komunikasi karena mereka cenderung menarik diri, tidak mampu berkomunikasi, kurang perhatian dan sulit untuk mengingat sesuatu.

f.     Reaksi mania
  Reaksi mania ditandai dengan rasa gembira yang berlebihan (eforia), mudah terangsang, hiperaktif, banyak bicara (logore), mengganggu dan rasa percaya diri yang berlebihan.
  Reaksi mania dalam kehamilan merupakan masalah yang cukup rumit karena obat lithium karbonat, dapat menimbulkan berbagai akibat yang merugikan pada janin (Ebstein’s abnormality, kelemahan tonus otot dan menurunnya kemampuan menghisap pada bayi yang baru dilahirkan).
  Pasien-pasien yang terkontrol pada saat hamil, cenderung mengalami episode mania pada 7-14 hari saat pasca persalinan.

g.    Skizofrenia
  Skizofrenia ditandai dengan gangguan proses berpikir, persepsi dan realita. Pada tingkat tertentu, dapat dijumpai halusinasi, waham kebesaran, gangguan bicara dan hilangnya asosiasi dan realita dan lingkungan sekitarnya.
  Obat untuk penderita skizofrenia diekskresi melalui ASI sehingga tidak dianjurkan untuk menyusui bayinya. Bila psikofarmaka tidak dapat digunakan, dapat digunakan terapi kejut listrik (ECT)

h.    Rasa kehilangan
  Rasa kehilangan merupakan adaptasi dari kemarahan, kekecewaan dan kesedihan yang harus dihadapi dan diatasi.
  Lakukan konseling dan minta pasangan tersebut untuk memutuskan apa yang terbaik bagi yang mereka (menyimpan hasil konsepsi, menyaksikan cacat yang terjadi, mendekap janin yang telah dilahirkan, meminta otopsi ) agar proses adaptasi terhadap berjalan baik.
  Beri kesempatan (paling tidak 6 bulan) untuk resolusi, sebelum memulai kehamilan berikutnya.






























BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :
Ada berbagaimacamdepresi / gangguanpsikologi yang bias terjadipadamasakehamilan, yaitu :
v  Hamil yang tidakdiinginkan
v  Hamildenganjaninmati
v  Hamil dengan ketergantungan obat
v  Hamil diluar nikah
v  Pseudisiesis
v  Keguguran
v  kemandulan

Adapun faktor yang mengakibatkan gangguan psikologi pada masa kehamilan antara lain sebagai berikut :
v  Sudah punya anak banyak
v  Khawatir berubah penampilan
v  Kemampuan finansial dirasa tidak memadai
v  Keluhan sulit tidur

Cara mengatasi gangguan psikologi pada masa kehamilan :
v  Mengurangi stress
v  Mengkomunikasikan perasaan terhadap pasangan
v  Memberikan support dari pihak keluarga
v  Periksakan kehamilan secara teratur
v  Makan sehat
v  Jaga penampilan
v  Mengurangi kegiatan
v  Mendengarkan music
v  Melakukan senam hamil
v  Latihan pernapasan

Saran :
1.      Mencari informasi seputar kehamilan, perubahan yang terjadi dalam diri ibu dan hal-hal yang perlu dihindari agar janin tumbuh sehat.
2.      Bicarakanlah perubahan selamakehamilan dengan suami maupun keluarga, sehingga mengetahui dan di harapkan bias berempati dan mampu member dukungan psikologis yang di butuhkan.
3.      Periksa hamilan secara teratur
4.      Perhatikan penampilan fisik dengan menjaga kebersihan, melakukan latihan fisik ringan.
5.      Upayakan dengan berbagai cara agar terhindar dari stress
6.      Lakukan latihan relaksasi dan latihan pernapasan secara teratur.
Ibu hamil bias mencari informasi seputar kehamilannya dari majalah-majalah, buku tentang kehamilan. Tujuannya untuk mengetahui perubahan-perubahan pada ibu hamil, tentang asupan gizi ibu hamil, senam hamil, pemeriksaan kehamilan secara teratur, agar janin tumbuh sehat.



DAFTAR PUSTAKA

Jayalangkara. 2005. GangguanJiwaPadaKehamilan. J Med Nus Vol. 26. No. 4 Oktober-Desember. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa.
Regina, Pudjibudojo, J. K danMalinton, P. K. 2001. HubunganAntaraDepresiPospartumSeksualPadaIbuPrimipara.Anima Indonesia Psychological Journal.Vol. 16.No. 3.300-314.
Varney H, dkk. (2006). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4 Volume 1. Jakarta: EGC. Halaman 501-04.
Wulandari, Diah (2009). Komunikasi dan Konseling dalam Praktik Kebidanan. Jogjakarta: Mitra Cendikia Offiset. Halaman 86-95.
Priyanto A,. (2009). Komunikasi dan Konseling Aplikasi dalam Sarana Pelayanan Kesehatan untuk Perawat dan Bidan. Jakarta: Salemba Medika. Halaman 49, 73-4


















KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ Cara Mengatasi Gangguan Psikologis Pada  Kehamilan”
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.


Penyusun


















 





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar